Agen Bola Online Pemain Milan Kembali Menjadi Korban Rasialisme

Pemain Milan Kembali menjadi Korban Rasialisme Penonton Sepakbola Di SassuoloAgen Bola Online – Enam bulan setelah kejadian fenomenal dimana Kevin Prince Boateng berjalan keluar lapangan saat pertandingan persahabatan istirahat musim dingin, karena pelecehan rasis yang membuat dua otoritas utama sepakbola membuat langkah-langkah anti-diskriminasi baru yang lebih ketat, pemain AC Milan yang lain telah mengikutinya.

Sikap gelandang Kevin Constant meniru apa yang dilakukan Boateng selama pra-musim di  Sassuolo, saat menang 2-1 atas pendatang baru Serie A.

Pemain nasional Guinea berusia 26 tahun itu menendang bola ke arah penonton dan meninggalkan lapangan di menit ke-34. Milan mengirimkan pemain pengganti, dan mendapat peringatkan pada pertandingan itu. Pertandingan itu merupakan bagian dari turnamen yang juga melibatkan juara domestik Juventus dan akan dihentikan jika terjadi insiden lebih lanjut – Agen Bola Online.

Federasi Sepakbola Italia (FIGC) meluncurkan penyelidikan langsung sementara Konstan mengeluarkan twit di akun pribadinya poster mock-up dari rekan timnya Boateng, Mario Balotelli dan M’Baye Niang dan judul “Hentikan Rasisme”.

Awal tahun ini, baik FIFA dan UEFA mengumumkan langkah-langkah baru yang dinilai kuat untuk mengatasi rasisme, dengan sangsi larangan atau baned jangka panjang dan kemungkinan bahwa tim bisa diturunkan atau dikeluarkan dari kompetisi untuk insiden serius. FIFA juga membentuk Satuan Tugas anti-diskriminasi baru, dipimpin oleh Presiden CONCACAF Jeffrey Webb untuk memantau masalah ini.

Tapi meskipun tindakan Boateng didukung oleh semua rekannya di Milan pada bulan Januari, klub tidak sepenuh hati mendukung apa yang dilakukan Constant itu – Agen Bola Online.

“Ini bukan keputusan yang harus diambil dan diputuskan sendiri,” ungkap Boateng dalam sebuah pernyataanya. “Meskipun apapun  alasan yang bisa dimengerti dan kemarahan yang dia rasakan, AC Milan ingin mengingatkan semua orang bahwa satu-satunya orang yang bertanggung jawab untuk melakukan intervensi terhadap manifestasi yang menyinggung martabat manusia, yang meliputi diskriminasi rasial, adalah pengadil dilapangan yang bertanggung jawab penuh atas kejadian itu dan kepala keselamatan publik.”

Namun pernyataan tersebut menambahkan bahwa rasisme tidak layak ditoleransi.

Sassuolo, akan memulai musim pertamanya di Serie A setelah memenangi gelar divisi dua musim lalu, memenangi turnamen pra-musim dan segera bereaksi dengan permintaan maaf dari Presiden Giorgio Squinzi – Agen Bola Online.

Tapi klub tidak mungkin untuk menghindari dihukum. Sebuah pernyataan FA Italia mengatakan: “Kantor Federal Kejaksaan telah membuka penyelidikan untuk memastikan sejauh mana insiden rasis yang berlangsung di Stadion del Tricolore di Reggio Emilia selama pertandingan Milan-Sassuolo, dimana pemain AC Milan Kevin Constant menjadi subjek nyanyian dari beberapa pendukung di tribun yang bernada mengejek secara rasial.”

Memang dalam beberapa bulan terakhir kejadian rasial kembali meresahkan publik Italia semenjak adanya kejadian yang menimpa Kevin Boateng.

Ditulis oleh Agen Bola Asia Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://agenbolaasia.com/agen-bola-online-pemain-milan-kembali-menjadi-korban-rasialisme/ Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.