Eto’o Yang Sesungguhnya Telah Kembali

Eto’o Yang Sesungguhnya Telah Kembali

Eto’o Yang Sesungguhnya Telah Kembali – Di bursa transfer musim panas kemarin, Jose Mourinho membuat sebuah keputusan yang bisa dibilang berani, yakni mendatangkan Samuel Eto’o dari Anzhi Makhachkala untuk bergabung bersama dengan dirinya di Chelsea. Mengingat sang pemain usiannya sudah menginjak 32 tahun, dan penampilannya jarang tersorot media eropa karena selama ini bermain di Anzhi, banyak pihak yang meragukan keputusan dari sang manajer asal Portugal tersebut. Akan tetapi hal tersebut berangsung – angsur terjawab dengan penampilan yang cukup memukau yang ditunjukan oleh sang pemain di klub barunya, Chelsea.

Banyak pihak yang mengatakan bahwa Samuel Eto’o merupakan tindakan panic buying yang dilakukan oleh Jose Mourinho setelah mereka gagal mendatangkan target utama mereka, Wayne Rooney dari Manchester United dimana klub asalnya berusaha sekuat tenaga untuk tidak melepas Rooney menuju Chelsea.

Anzhi Makhachkala sendiri tengah bermasalah dengan keuangan klubnya, mereka terpaksa melepas sejumlah pemain bintang mereka. Chelsea yang juga mendatangkan Willian dari Anzhi seakan mendapatkan bonus dengan berhasil mendatangkan Samuel Eto’o dengan gratis dari klub asal Rusia tersebut.

Penampilan awal Samuel Eto’o di ajang Barclays Premier League juga tidak terlalu memukau, dimana dirinya juga beberapa kali melakukan kesalahan – kesalahan. Akan tetapi penampilannya menunjukan grafik penampilan yang meningkat sejak mencetak gol pertamanya di ajang Barclays Premier League dan dirinya seakan sudah menyatu dengan para pemain Chelsea lainnya dengan konsisten memberikan assist dan juga mencetak gol.

Penampilan dari Samuel Eto’o saat ini, mendapatkan pujian dari mantan striker Afrika Selatan, yakni Benni McCarthy. Pemain yang pensiun sejak akhir musim lalu tersebut menyebutkan bahwa saat ini Samuel Eto’o telah berhasil bangkit dari keterpurukan kariernya selama berada di Anzhi Makhachkala. Menurut McCarty ada banyak pemain yang kariernya menjadi terkubur kala memutuskan untuk berkarier di Rusia. Tentu juga bukan merupakan hal yang mudah untuk kembali ke kompetisi Eropa lainnya.

“Ada banyak orang yang saya kenal pernah mengatakan bahwa jika seseorang pemain memutuskan untuk berkarier di Rusia, kariernya akan tamat. Dalam beberapa hal memang itu benar terjadi, karena tempo permainan sepak bola di sana tidaklah seperti yang ada di kompetisi Eropa lainnya,” ucap mantan pemain yang kini telah berusia 35 tahun tersebut.

“Saat Eto’o memutuskan untuk berkarier di Inggris. Dirinya harus mampu untuk menyesuaikan diri dengan tempo permainan yang sangat cepat khas sepak bola di Eropa dan Inggris pada khususnya, oleh sebab itu dirinya sempat mengalami kesulitan. Namun dirinya kini telah berhasil menemukan penampilan terbaiknyadan dirinya yang terbaik sudah kembali, anda bisa melihat penampilan dirinya kala bermain melawan West Ham United” tutup McCarthy.