Vincent kompany Komentari Gaya Permaianan Manchester City

Vincent kompany Komentari Gaya Permaianan Manchester City – Pemain yang berposisi sebagai bek tengah itu memuji gaya berpetualang yang diperlihatkan oleh anak asuh Manuel Pellegrini ketika bermain, yang telah membuat mereka berhasil mencetak 68 gol di liga Premier Inggris, akan tetapi sang pemain mengakui bahwa sikap gung-ho membuat mereka terbuka.

Kapten Manchester City yaitu Vincent Kompany percaya dan yakin bahwa gaya menyerang timnya juga merupakan kelemahan terbesar mereka, akan tetapi tidak ada rencana untuk mengendalikan sikap angkuh mereka.

Anak asuh Manuel Pellegrini itu memimpin jumlah perolehan gol di Liga Premier Inggris dengan 68 gol pada musim ini, dan 115 gol di semua kompetisi yang mereka jalani, akan tetapi The Citizen juga harus kebobolan lebih banyak jika dibandingkan dengan Arsenal dan Chelsea yang mana ketiga klub tersebut bersaing memperebutkan gelar juara pada musim ini, yang mana penampilan lini belakang mereka banyak mendapatkan kritikan.

Dengan begitu banyak pemain yang berkomitmen untuk menyerang, Kompany mengakui bahwa lini pertahanan yang solid dan tegas di bawah mantan bos Roberto Mancini telah menjadi agak lebih rentan di bawah pelatih asal Chili yang berorientasi menyerang tersebut.

“Kelemahan kami juga merupakan kekuatan kami, seperti skuad lain yang begitu dominan dan begitu menyerang.”

“Kami bermain dengan dua striker dan dua pemain sayap yang hampir seperti striker dan salah seorang pemain lini tengah kami – yang mana kami hanya punya dua – juga hampir seperti seorang striker (Yaya Toure).”

“Pemain full back kami mendorong sepanjang waktu, akhirnya dari tim 11 pemain yang kami miliki, enam atau tujuh pemain selalu terlibat dalam penyerangan dan itu berarti ada banyak celah untuk ditutupi ketika kamu kehilangan bola. Ini risiko, akan tetapi itu adalah satu gaya bermain yang sesuai dengan kami pada saat ini.”

“Kepuasan adalah musuh kami yang paling besar, sederhana saja. Kami memiliki enam atau tujuh pemain yang berpikir ofensif, dan itu hanya berarti kami harus super agresif untuk mendapatkan bola kembali dengan cepat.”

“Ketika kami tidak memiliki bola, akhirnya kami tidak cukup baik, jadi saya pikir kekuatan yang baik adalah untuk mengetahui bagaimana fungsinya. Ini adalah bagaimana cara kami berfungsi, jadi tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mendapatkan bola kembali dengan sangat cepat.”

Pellegrini yang tidak setuju dengan sang kapten mengatakan bahwa timnya itu kompeten di lini belakang.

“Kami harus menjadi tim yang sangat seimbang, kami selalu bekerja. Mungkin kamu tidak percaya dengan saya, akan tetapi kami bekerja lebih banyak di lini pertahanan daripada menyerang karena, tentu saja, itu sulit ketika kamu harus bertahan dengan kurangnya pemain bertahan.”

“Saya pikir itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana melakukannya dan itulah cara bagaimana kami bekerja di sini. Untuk saat ini, kami akan terus melanjutkan cara yang sama. Mungkin itu pendapat saya pribadi dan saya salah, namun saya pikir tim ini bertahan dengan sangat baik.”